KONSULTANSI Implementasi SML ISO 14001

 

PENDAHULUAN
Memahami tren pasar yang terus berkembang, maka cepat atau lambat perusahaan akan dituntut untuk lebih dinamis dalam mengadopsi berbagai standar (nasional ataupun internasional) yang berkenaan dengan produk maupun sistem manajemen.  Setelah masalah mutu, tuntutan kemudian diarahkan pula pada masalah lingkungan.  Kepedulian perusahaan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan/industrinya akan memberikan nilai tambah terhadap citra baik perusahaan dimata pelanggan maupun pihak-pihak lain yang memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan.
Saat ini perusahaan tidak hanya dituntut untuk bisa merespon tuntutan yang muncul sesaat, tetapi lebih dari itu perusahaan juga dituntut untuk mampu secara konsisten mempertahankan dan meningkatkan kinerja mutu dan lingkungan yang telah dicapainya secara berkesinambungan.  Untuk itulah fleksibilitas dan simplifikasi sistem manajemen yang ada di perusahaan boleh jadi merupakan suatu keharusan.
Sebagai sebuah standar sistem manajemen, ISO 14001 telah dikembangkan pula  untuk dapat lebih mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya, khususnya dengan standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001.  Kompatibilitas diantara keduanya dapat mudah dikenali dengan memperhatikan struktur elemen/klausul yang terkandung didalamnya.  Lebih jauh lagi, tentu saja kompatibilitas sistem-sistem yang dikembangkan dalam perusahaan akan diwujudkan dalam bentuk dokumentasi dan penerapannya dilapangan.
Oleh sebab itu penerapan Sistem Manajemen Lingkungan yang berstandar internasional diyakini akan memperkuat ketahanan perusahaan/industri dari dalam (internal perusahaan).
Maksud Dan Tujuan
Secara umum proposal ini dimaksudkan untuk membantu Perusahaan/Organisasi dalam mempersiapkan diri untuk memperoleh pengakuan kelas dunia dan sebagai langkah awal bagi peningkatan kinerja perusahaan secara berkesinambungan dan menyeluruh.
Secara spesifik, layanan program konsultansi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 ini bertujuan untuk :
  1. Memberikan pemahaman, khususnya bagi tim inti, terhadap persyaratan standar ISO 14001 dan penerapannya dalam perusahaan;
  2. Membantu perusahaan dalam merancang dan membangun sistem manajemen lingkungan yang efektif dengan mengakomodasi persyaratan standar ISO 14001 dan dokumentasi yang diperlukan;
  3. Menyiapkan (calon) auditor internal perusahaan untuk dapat memenuhi kompetensi minimal dalam melaksanakan aktivitas audit bagi sistem manajemen lingkungan;
  4. Membantu perusahaan dalam mengintegrasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 ke dalam sistem manajemen lain yang sudah berjalan di perusahaan;
  5. Membantu perusahaan dalam memperoleh sertifikat ISO 14001.
INFORMASI :
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Telp/Fax : 021-29077736/38,  SMS : 08128791563
Email : fcgconsulting@yahoo.com

KONSULTANSI Pendampingan Penerapan RSPO

PENDAHULUAN
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)  merupakan sebuah wadah bagi berbagai pihak yang berkepentingan (multistakeholders) yang bertujuan mempromosikan cara produksi, pengadaan dan penggunaan minyak sawit berkelanjutan (sustainable palm oil – SPO).  RSPO memberikan lingkungan dimana penghasil minyak sawit (producers), pedagang (traders), pengolah (processors), pengusaha barang konsumsi (consumer goods manufacturers), pedagang eceran (retailers), bank, dan LSM Lingkungan dan Sosial dapat mendiskusikan dengan kedudukan sederajat cara berproduksi dan penggunaan minyak sawit berkelanjutan.
RSPO telah mendefinisikan cara berproduksi minyak sawit yang berkelanjutan adalah bila cara berproduksi tersebut memenuhi prinsip dan kriteria yang dikenal sebagai RSPO Principles and Criteria for Sustainable Palm Oil Production (RSPO-P&C). RSPO-P&C tersebut bersifat generik oleh sebab itu setiap negara penghasil minyak sawit harus menyesuaikan prinsip dan kriteria ini dengan undang-undang, peraturan, regulasi dan norma-norma yang berlaku di negara bersangkutan.

Indonesia melalui Indonesian National Interpretation Working Group (RSPO INA-NIWG) telah menghasilkan Interpretasi Nasional Prinsip dan Kriteria untuk Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan yang akan  menjadi acuan perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam menerapkan prinsip pengelolaan yang ramah lingkungan dan menjadi dasar sertifikasi minyak sawit di Indonesia.
Perusahaan kelapa sawit memiliki peluang untuk disertifikasi berdasarkan prinsip dan kriteria tersebut serta mengakui (klaim) hasil-hasil produksinya sebagai Certified Sustainable Palm Oil (CSPO).  Pengakuan tersebut didasarkan atas kemampuan memenuhi seluruh persyaratan (comply) RSPO-P&C yang ditunjukkan dengan peraihan sertifikat RSPO.

LAYANAN PROGRAM
1. Penyiapan RSPO melalui Pendekatan Sistem Manajemen
Produk standar sistem manajemen sudah banyak diakui dan diterapkan banyak organisasi/perusahaan. Brand ISO 9001, ISO 14001, SMK3/OHSAS, HACCP dan lain-lain adalah diantaranya yang paling populer.

Sebuah sistem manajemen umumnya bersifat dinamis dan generik, dalam arti dapat diterapkan pada berbagai bentuk, jenis (selama relevan) dan ukuran organisasi.
Penerapan prinsip-prinsip sistem manajemen dapat memberikan arah tercapainya kinerja organisasi sesuai persyaratan RSPO karena mempertimbangkan beberapa hal yang esensial dalam persyaratan pengelolaan produk minyak kelapa sawit lestari, mulai dari aspek perencanaan  hingga  praktek pengelolaan sehari-hari.

“Sebuah sistem manajemen  membangun  proses manajemen yang  lebih baik, terarah, sistematik dan  berkelanjutan dengan menganut kaidah Plan, Do, Check and Action”.

Proses manajemen yang dibangun dalam RSPO melalui pendekatan sistem manajemen akan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

  • Prinsip-prinsip RSPO, seperti: kelestarian produksi, kelestarian ekologis/lingkungan dan kelestarian sosial  harus menjadi dasar pertimbangan utama dalam pembangunan sistem manajemen menuju pengusahaan perkebunan dan industri minyak sawit berkelanjutan.
  • Komitmen untuk taat pada peraturan, pelaksanaan peraturan dan pengelolaan kebun yang benar (good agricultural  practices /GAP) yang ada.
  • Komitmen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continual improvement).
  • Adanya perencanaan (planning), yang dituangkan dalam tujuan, sasaran dan program manajemen untuk mencapai kinerja sesuai persyaratan RSPO yang spesifik, terarah dan sistematis serta konsisten.
  • Sistem dokumentasi (documentation system) yang menyeluruh dari seluruh aktivitas operasional kebun sawit yang disyaratkan RSPO.
  • Dokumentasi  dapat meliputi manual, prosedur dan instruksi kerja (standard operating procedure), rekaman (records), dan bentuk dokumentasi lainnya yang diperlukan. Proses pemeriksaan (checking) dan tindakan perbaikan (corective action)  melalui pengukuran dan pemantauan, audit internal dan pelaksanaan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian yang ditemukan dari seluruh aktivitas  pengelolaan
  • Proses tinjauan manajemen (management review) oleh manajemen puncak (direksi) untuk meninjau implementasi dari komitmen manajemen dalam pengelolaan kebun dan industri serta hasil-hasil kinerja pengelolan yang diperoleh dari perangkat (tools) yang telah disiapkan dikaitkan dengan persyaratan RSPO dalam rangka untuk melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mencapai derajat kebun sawit yang lestari (sustainable atau well managed).

Pendekatan sistem manajemen ini dapat dilakukan terintegrasi baik untuk tujuan sertifikasi sistem manajemen maupun sekedar sebagai pendekatan atau alat bantu semata.

2. Bentuk Layanan Program
Untuk membantu para pengusaha perkebunan atau penghasil minyak sawit (producers/growers) yang berkepentingan terhadap pencapaian kinerja pengelolaan kebun sawit dan industri minyak sawit yang berkelanjutan, FCG Consulting menyediakan pilihan layanan program konsultansi, yaitu :

Scoping Visit (Evaluasi Kinerja)
Disediakan bagi perusahaan yang ingin mendapatkan informasi mengenai kondisi awal kinerja perkebunannya terhadap pemenuhan prinsip dan kriteria sesuai dengan Interpretasi Nasional (NI), Prinsip dan Kriteria Untuk Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan,  Republik Indonesia (RI).
dan
Consultancy Stage (Pencapaian Kinerja)
Disediakan bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ingin mendapatkan pengakuan berupa sertifikasi RSPO sesuai NI Prinsip dan Kriteria Untuk Minyak Sawit Berkelanjutan, RI melalui program bantuan konsultansi.

Dalam layanan konsultansi ini FCG consulting dapat bertindak sebagai :

  • Pelatih/instruktur
  • Fasilitator
  • Pengarah
  • Mediator
  • Partnership dengan Tim Internal
  • Trial assessor

secara kelseluruhan memberi dukungan yang kuat agar implementasi dapat berjalan sukses.

Seperti umum implementasi sistem yang dikelola oleh FCG Consulting, metode konsultansi secara garis besar akan berbentuk :

  • Pelatihan
  • Diskusi
  • Pemeriksaan Lapangan
  • Asistensi
  • Bimbingan teknis
  • Audit
  • Rekomendasi

INFORMASI
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Telp/Fax : 021-29077736/38,  SMS : 08128791563
Email : fcgconsulting@yahoo.com

KONSULTANSI Penerapan ISO 9001 dan ISO 14001

PENGANTAR

1.  Umum

Memahami tren dan tuntutan pasar yang terus berkembang, maka cepat atau lambat perusahaan akan dituntut untuk lebih dinamis dalam mengadopsi berbagai standar (nasional ataupun internasional) yang berkenaan dengan produk maupun sistem manajemen.  Untuk itulah fleksibilitas dan simplifikasi sistem manajemen yang ada di perusahaan boleh jadi merupakan suatu keharusan.

Saat ini perusahaan tidak hanya dituntut untuk bisa merespon tuntutan yang muncul sesaat, tetapi lebih dari itu perusahaan dituntut juga untuk mampu secara konsisten mempertahankan dan meningkatkan kinerja mutu dan lingkungan yang telah dicapainya secara berkesinambungan. Oleh sebab itu penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 diyakini akan memperkuat ketahanan industri dari dalam (internal perusahaan).

2.  Integrasi Sistem Manajemen

Sebagai sebuah sistem manajemen standar ISO 9001 maupun ISO 14001 tentu saja memiliki banyak kesamaan, apalagi dengan akan terbitnya versi terakhir dari SO 14001 dan ISO 9001 semakin kuat kompatibilitasnya, sehingga terdapat peluang besar untuk dapat mengintegrasikan keduanya.

Peluang yang memungkinkan integrasi kedua sistem ini setidaknya dapat dilihat dari struktur standar dan pendekatan-pendekatan yang melandasi kedua sistem ini serta persyaratan dokumentasi bagi kedua sistem. Walaupun ISO 14001 tidak secara eksplisit memperkenalkan prinsip-prinsip manajemen yang melandasinya, tetapi sesungguhnya 8 prinsip manajemen yang melandasi ISO 9001 juga terakomodasi di dalam persyaratan standar ISO 14001.

MAKSUD DAN TUJUAN

Secara umum proposal ini dimaksudkan untuk membantu PERUSAHAAN dalam menyiapkan implementasi ISO 14001 Versi 2004 dan ISO 9001 versi 2008 sehingga siap menghadapi sertifikasi dari lembaga sertifikasi system manajemen.

Secara spesifik, layanan program konsultansi ini  bertujuan untuk :

  • Membantu perusahaan dalam memahami standar ISO 9001 dan ISO 14001 yang akan diterapkan.
  • Membantu perusahaan mengidentifikasi ruang lingkup, peran dan tanggung jawab, kebutuhan dokumentasi, dan sebagainya.
  • Membantu dan memberi bimbingan saat sistem siap diimplementasikan secara terintegrasi.
  • Memberi bimbingan teknis agar system berjalan efektif dan efisien.
  • Melatih dan mendampingi tim auditor yang ditunjuk secara internal.
  • Menilai kesiapan menghadapi sertifikasi.
  • Membantu melakukan tindakan koreksi jika ada temuan saat sertifikasi.

INFORMASI
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Telp/Fax : 021-29077736/38,  SMS : 08128791563
Email : fcgconsulting@yahoo.com

KONSULTANSI Studi Penilaian, Identifikasi Dan Analisis Historis HCV dan SIA

PENGANTAR

Meski konsep HCV pada awalnya didisain dan diaplikasikan untuk pengelolaan hutan produksi (HPH), dengan cepat konsep ini menjadi populer dan digunakan dalam berbagai konteks yang lain. Di sektor publik, HCV digunakan dalam perencanaan pada tingkat nasional dan propinsi, yang telah dilakukan di banyak negara. Di sektor sumber daya terbaharui, HCV digunakan sebagai alat   perencanaan untuk meminimalisasi dampak-dampak ekologi ekologi dan sosial yang negatif dalam pembangunan perkebunan termasuk yang saat ini sedang populer yaitu penerapan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil ) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) di unit pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Mengacu pada prinsip dan kriteria National Interpretation – Roundtable Sustainable Palm Oil/NI-RSPO), khususnya pada Prinsip 5 dalam Kriteria 5.2 dan Prinsip 7   dalam Kriteria 7.3 yang telah mengatur bagaimana  kawasan/area yang bernilai konservasi tinggi harus diidentifikasi, dikelola dan dipantau.

Secara rinci kedua kriteria tersebut berbunyi :

Kriteria 5.2 “Status terancam, atau hampir punah dan habitat dengan nilai konservasi tinggi, jika ada di dalam perkebunan atau yang dapat terkena dampak oleh manajemen kebun dan pabrik harus diidentifikasi dan konservasinya diperhatikan dalam rencana dan operasi manajamen”.

Kriteria 7.3 “Penanaman baru sejak November 2005 tidak dilakukan di hutan primer atau setiap areal yang dipersyaratkan untuk memelihara atau meningkatkan satu atau lebih Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation value)”.

Sementara dalam Prinsip dan Kriteria ISPO, ketentuan terkait keberadaan kawasan/area yang bernilai konservasi tinggi disebutkan sebagai berikut :

Kriteria 3.5 “Pengelola perkebunan harus melakukan identifikasi kawasan yg mempunyai nilai konservasi tinggi yg merupakan kawasan yg mempunyai fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa dengan tidak membuka untuk usaha perkebunan kelapa sawit”

Kriteria diatas menunjukkan adanya keharusan melakukan identifikasi dan pengelolaan habitat/area yang memiliki nilai konservasi yang tinggi (High Conservation Value – HCV) di dalam pengelolaan kebun dan pabrik sawit baik untuk skema wajib ISPO maupun skema sukarela RSPO.

Di sektor swasta, penggunaan konsep HCV menunjukkan komitmen perusahaan untuk melakukan praktek terbaik (best practice) sekaligus memberikan jalan bagi perusahaan untuk menunjukkan diri sebagai warga dunia usaha swasta yang bertanggung jawab.

Dengan teridentifikasikannya nilai-nilai penting dan jaminan bahwa nilai tersebut akan tetap dipertahankan dan dilestarikan, memungkinkan untuk membuat keputusan-keputusan yang rasional sehubungan dengan pengelolaan kebun dan pabrik yang konsisten terhadap pelestarian nilai-nilai lingkungan dan sosial yang dianggap penting.

Lebih khusus dalam kriteria RSPO, ditegaskan keharusan perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit harus memastikan pembukaan area setelah tahun 2005 tidak mengakibatkan rusak atau hilangnya kawasan bernilai konservasi tinggi. Keharusan inilah yang menyebabkan pengelola harus melakukan historical assessment terhadap keberadaan NKT di areanya.

Dalam kepentingan inilah PT FOCUS CONSULTING GROUP (FCG Consulting) menawarkan diri sebuah paket pekerjaan yang diberi nama “STUDI PENILAIAN, IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HISTORIS NILAI KONSERVASI TINGGI (NKT/HCV) DAN SOCIAL IMPACT ASSESSMENT (SIA) PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (yang telah dibangun).

 TUJUAN DAN METODOLOGI

Program bertujuan membantu perusahaan perkebunan kelapa sawit (khususnya), untuk :

  • Memahami pentingnya HCV dan SIA;
  • Memahami persyaratan-persyaratan (kriteria) HCV dan SIA;
  • Mengetahui metoda identifkasi dan evaluasi HCV dan SIA;
  • Mengetahui jenis, tempat, sejarah keberadaan dan cara umum pengelolaan HCV yang berada di areal perkebunan dan pabrik sawit.
  • Menyiapkan Rencana Pengelolaan dan Pemantauan HCV
  • Mengkaji persepsi masyarakat terhadap perusahaan, harapan dan keinginan masyarakat terhadap   perusahaan dalam pengelolaan kebun dan pabrik kelapa sawit serta mekanisme pemenuhanya;
  • Mengidentifikasi permasalahan dan isu-isu sosial yang mungkin akan terjadi (dihadapi) terhadap perusahaan, serta alternatif solusinya;
  • Mengidentifikasi stakeholder yang terkait langsung dan tidak langsung dengan kegiatan perusahaan, yang perlu diperhatikan (skala prioritas);
  • Merumuskan Road Map (permasalahan, strategi, program dan kegiatan) yang dibutuhkan perusahaan dalam mengelola aspek Sosial untuk menuju terwujudnya hubungan harmonis dengan plasma dan masyarakat sekitarnya.
  • Menghasilkan dokumen hasil penilaian NKT dan dampak sosial pengelolaan kebun dan pabrik lepa sawit.
  • Menghasilkan dokumen hasil identifikasi, analisis historis,  penilaian serta rencana pengelolaan dan pemantauan HCV dan SIA

Keseluruhan metodelogi lengkap dengan cara analisisnya, mengacu pada pedoman Guidelines for the IDENTIFICATION of HCV in Indonesia by  The Consortium for Revision of the HCV Toolkit for Indonesia, 2010. Program dijalankan dengan tahapan yang telah disesuaikan dengan versi terbaru panduan tersbut  dengan tahapan seperti dalam diagram.

 

Dari layanan program ini diharapkan hasil yang akan dicapai adalah sebagai berikut:

  • Teridentifikasinya jenis, sejarah (historis)  tempat dan pengelolaan kawasan-kawasan tertentu di areal perkebunan yang memiliki nilai lingkungan/ekologi dan sosial budaya yang tinggi dari  kawasan perkebunan berdasarkan fungsinya.
  • Laporan hasil penilaian pendahuluan/identifikasi HCV di areal perkebunan  yang harus dikelola dengan baik.
  • Rekomendasi umum pengelolaan dari kawasan (area) yang terindikasi menjadi prioritas  kawasan HCV.
  • Peta-peta kawasan HCV.
  • Rencana Pengelolaan dan Pemantauan HCV

Sedangkan dalam Studi Social Impact Assessment  (SIA) yang merupakan studi mengenai dampak lingkungan sosial budaya dari sebuah rencana kegiatan pembangunan, harus tetap  bersifat scientific  serta bersifat manageables sehingga hasil studi SIA dapat digunakan sebagai instrumen perencanaan dan pengelolaan lingkungan sosial budaya yang rasional. Dalam kerangka inilah tim tenaga ahli akan bekerja mengikuti kaidah-kaidah ilmiah sebuah studi sosial yang dapat dipertanggungjawaban dengan mengacu berbagai metodologi yang telah teruji secara ilmiah dan banyak digunakan untuk tujuan-tujuan yang sama.

Kegiatan ini dilaksanakan efektif selama 3 (tiga)  bulan, terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Penilaian dan Identifikasi High Conservation Value (HCV) dan Social Impact Assessment (SIA) antara perusahaan konsultan dengan perusahaan Klien akan tetapi tidak termasuk rentang waktu dilakukannya Public Consultation/Seminar/ Expose.

BIAYA DAN WAKTU

Biaya yang ditawarkan umumnya mempertimbangkan :

  • Luas dan kondisi kebun
  • Akses dan lokasi

Sebagai opsi untuk efisiensi maka pajak dan beberapa komponen pembiayaan, diantaranya:

  • Pengadaan Citra Landsat,
  • Biaya Biaya Akomodasi dan Transportasi di lapangan,
  • Tenaga LSM Lokal dan Tenaga  Survey Lokal,
  • Biaya Survey Sosial,
  • Biaya dan Konsumsi Expose,
  • Penggandaan Laporan sesuai kebutuhan perusahaan

diminta menjadi tanggung jawab Perusahaan.

Mekanisme kerja, struktur organisasi dan tim konsultan pelaksana program konsultansi ini disiapkan sedemikian, sehingga mampu menciptakan mekanisme kerja yang efektif dan efisien dan mampu mencapai target-target yang ditetapkan yang pada gilirannya memberi  kepuasan kepada semua pihak.

PENUTUP

PT FOCUS  CONSULTING GROUP (FCG Consulting), sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa layanan konsultansi penyiapan penerapan Sistem Manajemen khususnya Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan diperkebunan kelapa sawit pada umumnya  berkeyakinan dapat memberikan layanan terbaik bagi mitra-mitra kami.

Informasi :
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Telp/Fax : 021-29077736,  SMS : 08128791563
Email : fcgconsulting@yahoo.com

Daftar Mitra

Mitra dan Klien

Lokasi

Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan

Surabaya

Balai Budi Daya Air Tawar (BBAT) Departemen Kelautan dan Perikanan

Sukabumi

Balai Besar Industri Agro (BBIA)

Bogor

Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI)

Jakarta

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat

Jawa Barat

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DI Yogyakarta

D I Yogyakarta

Dinas Kehutanan Lampung Selatan

Lampung Selatan

Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertambangan Cirebon

Cirebon

BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Cimanuk – Citanduy, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan

Bandung

BPDAS Saddang, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan

Tana Toraja

BPDAS Waehapu Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan

Maluku

BPDAS Way Seputih – Way Sekampung, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan

Lampung

BPDAS Batu Rusa Cerucuk, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan

Pangkal Pinang, Bangka Belitung

BPTH (Balai Perbenihan Tanaman Hutan) Jawa – Madura, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan

Sumedang

BPDAS Kapuas Kalimantan Barat

Pontianak

BPDAS Dodokan Mulyasari Nusa Tenggara Barat

NTB

BPTH Sumatera, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan

Palembang

Direktorat Bina Pengembangan Hutan Tanaman, Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan, Departemen Kehutanan

Jakarta

Direktorat Bina Pengembangan Hutan Alam, Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan, Departemen Kehutanan

Jakarta

Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan, Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan, Departemen Kehutanan

Jakarta

Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian

Jakarta

Dinas Kehutanan Provinsi Lampung

Lampung

Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Pemerintah Provinsi Gorontalo

Gorontalo

Dinas Kehutanan, Pemerintah Propinsi Jawa Barat

Bandung, Jawa Barat

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Seruyan

Seruyan Kalimantan Tengah

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi

Bekasi

Dinas Perkebunan Kabupaten Sekadau

Sekadau Kalimantan Barat

Dinas Perkebunan Kabupaten Kertanegara

Kutai Kertanegara Kalimantan Timur

Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Unit Pelaksana Rahabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang, Departemen Kelautan dan Perikanan

Kabupaten Nias Selatan

Direktorat Mutu dan Sertifikasi Ditjen PPHP

Jakarta

Fakultan Kehutanan Universitas Gajah mada

Yogyakarta

Info Sawit

Jakarta

Institut Pertanian Bogor

Bogor

Institut Teknologi Budi Utomo

Jakarta

Kantor Kementrian Lingkungan Hidup

Jakarta

Koperasi Andalas Madani

Jakarta

Lembaga Riset Perkebunan Indonesia

Bogor

Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia (MAKSI)

Jakarta

Politeknik Pertanian Samarinda

Samarinda

Pusat Standarisasi Departemen Perindustrian

Jakarta

Sawit Watch

Bogor

Sekolah Menengah Umum Nusa Bangsa

Depok

South and Central Kalimantan Production Forest Project

Palangka-raya, Kalteng

Universitas Ibnu Khaldun

Bogor

Universitas Indonesia

Jakarta

Universitas Gunadarma

Depok

Universitas Winaya Mukti

Bandung

Universitas Nusa Bangsa

Bogor

Achmad Pasca Perintis, PT

Gresik

Agricon Bogor, PT

Bogor

Agro Mitra Rokan, PT

Jakarta

Aneka Varia Sejahtera, PT

Jakarta

Antarmustika Segara, PT

Pontianak, Kalbar

Arona Binasejati, PT

Cileungsi, Bogor

Asmon Karya Utama, PT

Gresik

Austindo Nusantara Jaya Agri, PT

Medan, Sumatera Utara

Batasan, PT

Palangkaraya

Bumi Raya Intiga, PT

Pontianak

Basirih Industrial Corp., PT

Jakarta

Bereau Veritas Indonesia, PT

Jakarta

Bengkayang Agro Sejahtera, PT

Kalimantan Barat

Bogowonto Primalaras, PT

Jawa Tengah

Bika Solusi Perdana, PT

Jakarta

Bumi Andalas Permai (Sinar Mas Group), PT

Sumatera Selatan

Bumi Mekar Hijau (Sinar Mas Group), PT

Sumatera Selatan

Bumi Pratama Usaha Jaya (Barito Group), PT

Sumatera Selatan

Bumitama Gunajaya Agro, PT

Jakarta

Canning Indonesia, PT

Denpasar – Bali

Ciliandra Perkasa, PT

Pekanbaru

Dongyang Electronics Indonesia, PT

Jawa Barat

Duta Sumber Nabati, PT

Pontianak, Kalbar

Eco Securitas, PT

Jakarta

Gema Hutani Lestari, PT

Pulau Buru, Maluku

Gunas Investa Group, PT

Jakarta

First Mujur Plantation & Industry

Medan

Galempa Sejahtera Bersama, PT

Sumatera Selatan

First Resources Company

Pekanbaru

Hardaya Inti Plantation

Jakarta

Indospec Asia, PT

Jakarta

Industri Kayu Meranti Mustika, PT

Sampit, Kalteng

ITCI Kartika Utama, PT

Balikpapan, Kaltim

Incasi Raya Group, PT

Padang

Jakaranatama, PT

Ciawai – Bogor

Kalpika Wanatama, PT

Maluku Utara

Kali Jaya Putra, PT

Surabaya

Katingan Timber Celebes, PT

Makassar

Kayu Permata, PT

Cibitung, Bekasi

Kutai Timber Indonesia, PT

Probolinggo, Jatim

Mangole Timber Producers, PT

Maluku Utara

Masterwood Indonesia, PT

Tangerang

Maxindo Karya Anugrah, PT

Sentul – Bogor

Multi Prima Entakai, PT

Sanggau, Kalbar

Musi Hutan Persada (Marubeni Group), PT

Palembang

Nusantara Plywood, PT

Gersik, Jawa Timur

Mutuagung Lestari, PT

Depok

Panca Eka Bina Plywood, PT

Pekanbaru

Panca Usaha Palopo Plywood, PT

Palopo, Sulsel

Pancawana Indonesia, PT

Surabaya

Pabrik Cat Dan Tinta Pacipic

Jakarta

Perum Perhutani

Jakarta

PLN Area Pelayanan Ciputat, PT (Persero)

Ciputat, Jakarta

Poliplant Sejahtera, PT

Jakarta

Prima Bangun Sukses, PT

Riau

Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), PT

Bontang, Kalimantan Timur

Purwa Permai, PT

Kalimantan Tengah

Putra Sumber Utama Timber, PT

Jambi

Rahman Allasad, PT

Pangkal Pinang – Bangka

Rea Kaltim Plantaion, PT

Kalimantan Timur

Riau Sakti United Plantation, PT

Pekanbaru

SAI GLOBAL Indonesia, PT

Jakarta

Sebangun Bumi Andalas Wood Industries (Sinar Mas Group), PT

Sumatera Selatan

Sendika Perkasa Megautama, PT

Jakarta

SGS Certification Indonesia, PT

Jakarta

Sumalindo Lestari Jaya, PT

Samarinda, Kaltim

Sumatera Rontanindo, PT

Medan

Sumatra Timber Utama Damai, PT

Jambi

Sumber Graha Sejahtera, PT

Balaraja

Sukses Prima Lestari, PT

Tangerang

Surya Saritama, PT

Gresik

Sumatera Match Factory,

Medan

Sam Hutani, PT

Pekanbaru

Sinergi Hutan Sejati, PT

Jakarta Selatan

Swakarsa Sinarsentosa, PT

Jakarta

Surya Sindoro Sumbing Wood Industry, PT

Wonosobo, Jawa Tengah

Sahabat Mewah dan Makmur, PT

Belitung Babel

Tanjung Johor Wood Industry, PT

Jambi

Timber Dana, PT

Jakarta

Tirta Investama (AQUA Golden Mississippi), PT

Pulo Gadung – Jakarta

Mambal – Bali

Air Madidi – Manado

Titan Superindo Wood MFG., PT

Karawang

Tunas Hutan Pratama, PT

Sumatera Selatan

Tunggal Yudi Plymill Industries, PT

Samarinda

Tunas Sawaerma, PT

Tanjungenim Lestari Pulp and Paper. PT

Merauke

Muara Enim

Satya Raya Wood Industry, PT

Serang, Banten

Keang Nam Development Indonesia, PT

Medan

Waenibe Wood Industry, PT

Seram, Maluku

Wanamukti Wisesa, PT

Jambi

Wijaya Tri Utama Plywood Industry, PT

Banjarmasin, Kalsel

Wilmar Indonesia, PT

Medan

World Bright Blinds Indonesia, PT

Cikampek, Jawa Barat

WQA Certification – Sout East Asia

Jakarta

Zedsko Permai, PT

Jakarta

Hendratna Plywood, PT

Banjarmasin

Rimba Berlian Hijau, PT

Palangkaraya

Decorus, CV

Temanggung, Jawa Tengah

Tohitindo Multicraft Industry, PT

Sidoarjo, Jawa Timur

Wanagalang Utama, PT

Sorong

Wijaya Agung Lestari, PT

Tangerang, Jawa Tengah

Rimba Raya Conservation, PT

Seruyan, Kalimantan Tengah

Pramindo Ikat Nusantara, PT

Jakarta

Gramedia Multi Utama, Gramedia Printing, Abadi Indo Rona  Jabodetabek