PELATIHAN ASPEK TEKNIS DAN PENGELOLAAN ISU LINGKUNGAN JANUARI – MARET 2021

Dalam rangka memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi SDM yang relevan dengan kegiatan-kegiatan di perusahaan, lembaga maupun individu saat ini, FCG Consulting dalam waktu dekat akan mengadakan kegiatan pelatihan lingkungan, diantaranya :

1 – Nama Pelatihan :
Peraturan dan Aspek Teknis Pengelolaan Lingkungan (Air, Udara dan Limbah B3)
Tanggal : 27 – 29 Januari 2021

2 – Nama Pelatihan :
Social Impact Assessment (SIA)
Tanggal : 17 – 18 Pebruari 2021

3 – Nama Pelatihan :
Identifikasi, Kalkulasi dan Mitigasi Gas Rumah Kaca
Tanggal : 17 – 18 Maret 2021

4 – Nama Pelatihan :
Dasar-dasar K3 dan SMK3 ISO 45001
Tanggal : 23 – 24 Maret 2021

Selama pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, kami menyediakan dua bentuk pelatihan, yaitu kelas offline dan online dan dilaksanakan pada hari yang sama.

Untuk pendaftaran, silakan mengisi form berikut : http://bit.ly/PelatihanPengelolaanLingkungan2021

Info lebih lanjut dapat menghubungi :

TELP/HP/SMS/WA : 021-29077736, 08128791563/088212164750
Email : fcgconsulting.info@gmail.com
Web : www.fcg.co.id

Pemahaman COC (Seri-4) : Standar Rujukan Penerapan COC dan Mekanisme Sertifikasi

Perapan COC pada dasarnya bersifat sukarela (voluntary), artinya bukan merupakan kewajiban (mandatory) yang dipersyaratkan oleh suatu pihak. Sifat sukarela ini tentu menjadi wajib tatkala suatu organisasi atau perusahaan menetapkan diri atau diminta oleh pelanggan untuk menerapkannya sehingga terikat.

Kembali merujuk pada 2 (dua) lembaga internasional yang paling banyak dikenal secara global, yaitu FSC dan PEFC (penulisan pihak yang dididahulukan hanya merujuk pada aturan alfabetis semata). Kedua lembaga menyediakan satu set (perangkat) standar yang dirujuk untuk digunakan jika salah atau keduanya akan diimplementasikan.

Standar-standar tersebut telah mengalami beberapa kali revisi disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan. FSC menerbitkan edisi terakhir untuk standar inti dalam penerapan COC ini tahun 2016 sementara PEFC tahun 2020 (informasi saat artikel ini ditulis).

Satu perangkat persyaratan standar yang diterbitkan oleh masing-masing lembaga umumnya meliputi standar utama yang menjadi persyaratan untuk sertifikasi dan standar pendukung. Secara keseluruhan seluruhnya meliputi standar utama untuk sertifikasi serta pedoman penggunaan logo dan pembuatan label (trademark). Lebih dari itu setiap lembaga mempunyai keperluan masing-masing untuk melengkapinya dengan pedoman-pedoman yang diperlukan dalam penerapan.

Penerapan standar ini – seperti  standar-standar lainnya – dilengkapi mekanisme sertifikasi. Lembaga sertifikasi ini diakui (diakreditasi) oleh kedua lembaga tersebut. Banyak lembaga sertifikasi yang telah diijinkan untuk melakukan kegiatan sertifikasi dalam lingkup global yang juga beroperasional di Indonesia.

Menentukan lembaga sertikasi yang tepat untuk dijadikan mitra perlu mempertimbangkan beberapa hal, biasanya terkait aspek pengakuan dari pelanggan (pasar), ruang lingkup sertifikasi, biaya, waktu yag disepakati, dan pengaruh subyektif terkait informasi  kinerja dan hubungan partnership yang pernah dijalani oleh berbagai perusahaan dengan lembaga-lembaga sertifikasi tersebut. Kedua lembaga menetapkan umur sertifikat yang diterbitkan selama 5 (tahun) tahun. Perusahaan yang telah bersertifikat dapat memindahkan pilihan lembaga sertifikasinya setelah selesai satu periode sertifikasi atau sebelumnya bergantung berbagai kondisi yang memungkin hal itu terjadi. Kondisi seperti ini sudah diatur dan lazim terjadi. Sistem sertifikasi dan akrediatasi internasional telah memfasilitasi situasi yang mungkin terjadi ini.

Proses audit (asssessment) oleh suatu lembaga sertifikasi berjalan sederhana sebagaimana umumnya kegiatan audit sertifikasi sistem manajemen. Lembaga sertifikasi akan menurunkan tim auditor dengan jumlah tenaga yang disesuaikan dengan ruang lingkup sertifikasi. Waktu kegiatan audit juga bervariasi, bisa lebih dari 1 (satu) hari jika ruang lingkup cukup luas atau cara mengelola sistem ini diterapkan lebih kompleks. Waktu tunggu terbit sertifikat sejak audit dilaksanakan dan seluruh persyaratan yang diperiksa dinilai lengkap dan memenuhi, diperkirakn memakan waktu normal 1-2 bulan.

Oleh karena itu setiap lembaga atau perusahaan untuk memperhatikan aspek-aspek ini agar tujuan sertifikasi sesuai dengan keinginan, baik dilihat dari kebutuhan teknis maupun waktu tercapainya target penerimaan sertifikat. 

Seluruh informasi terkait berbagai pengaturan kegiatan sertifikasi oleh kedual lembaga dapat diakses sepenuhnya di www.fsc.org dan www.pefc.org. Kita dapat akses relatif penuh dan GRATIS.

TRAINING ONLINE GIS, HCV & aSPEK tEKNIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Dalam rangka memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi SDM yang relevan dengan kegiatan-kegiatan di perusahaan, lembaga maupun individu saat ini, FCG Consulting dalam waktu dekat akan mengadakan kegiatan pelatihan lingkungan, diantaranya :

1 – Nama Pelatihan :
GIS dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tanggal 16 & 23 Januari 2021

2 – Nama Pelatihan :
Pemahaman Penilaian dan Pengelolaan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (HCV)
Tanggal : 20 – 21 Januari 2021

3 – Nama Pelatihan :
Peraturan dan Aspek Teknis Pengelolaan Lingkungan (Air, Udara dan Limbah B3)
Tanggal : 27 – 29 Januari 2021

Informasi topik pelatihan lainnya bisa dilihat di www.fcg.co.id diantaranya :

  • Strategi dan Implementasi Proper Hijau
  • Pengukuran dan Pemantauan Lingkungan
  • Pengendalian Pencemaran Udara (BNSP)
  • Pengendalian Pencemaran Air (BNSP)
  • Operasi dan Pemeliharaan IPAL
  • Identifikasi, kalkulasi dan mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK)
  • Pemahaman CSMS for Safety and Environment
  • Pemahaman Sertifikasi COC dan SFM Skema FSC dan PEFC
  • Pemahaman HCV dan SIA
  • Basic safety
  • Pemahaman ISO 9001, 14001 dan 45001
  • Dan lain-lain

Demikian dan terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Hormat kami,
Gunawan Ismail
TELP/HP/SMS/WA : 021-29077736, 08128791563 / 088212164750
Email : fcgconsulting.info@gmail.com
Web : www.fcg.co.id Web : www.fcg.co.id

Saya Minat :

FORMULIR PENDAFTARAN PELATIHAN

JADWAL PUBLIC TRAINING SEMESTER I – 2021

  • Pelatihan dilaksanakan dalam 2 format KELAS dan ONLINE
  • Pelatihan dilaksanakan pukul 09.00 – 15.00 WIB.
  • Investasi (harga) tidak termasuk penyediaan tempat penginapan dan transportasi bagi peserta kelas, PPh serta PPN.
  • Dapatkan DISKON untuk pendaftaran lebih awal.
  • Informasi lebih lengkap hubungi : FOCUS CONSULTING GROUP, Telp: 021-29077736, HP/SMS/WA : 08128791563, Email : fcgconsulting.info@gmail.com

IMPLEMENTASI PENGELOLAAN HUTAN LESTARI (SUSTAINABLE FOREST MANAGEMENT) PADA HUTAN MASYARAKAT

FSC [TM] (Forest Stewadship Council) [TM] adalah salah satu lembaga dunia yang menerbitkan panduan pengelolaan hutan lestari yang berlaku secara international.

FSC adalah organisasi independen (bebas pengaruh), non-pemerintah, didirikan tidak untuk mencari keuntungan dan beranggotakan semua pihak yang mempunyai komitmen yang sama
Didirikan Tahun 1993 oleh perwakilan penggiat kehutanan dan dunia usaha

FSC mengenalkan 3 aspek pengelolaan hutan : Aspek Sosial, Aspek Lingkungan (Ekologi) dan Aspek Ekonomi (Produksi) . Prinsip-prinsip itu meliputi :

  • Kepatuhan terhadap peraturan-peraturan dan prinsip-prinsip FSC.
  • Hak-hak penguasaan dan hak pemanfaatan serta tanggung jawab-tanggung jawabnya.
  • Hak-hak masyarakat adat.
  • Hubungan masyarakat dan hak-hak pekerja.
  • Manfaat dari hutan.
  • Dampak lingkungan.
  • Rencana pengelolaan.
  • Monitoring dan penilaian.
  • Pemeliharaan kawasan hutan bernilai konservasi tinggi.
  • Hutan tanaman.

Manfaat Penerapan SFM FSC :

  • Mampu memenuhi permintaan pasar global yang memerlukan sertifikasi SFM/COC dari produknya.
  • Meningkatkan citra peserta (anggota) FSC
  • Memberi dampak nyata bagi kelestarian hutan
  • Mendapat dukungan dari keanggotaan yang besar dan beragam untuk bias berbagi informasi dan pengalaman
  • Menjadi anggota jaringan kerja dan komunikasi FSC yang luas untuk kepentikan usaha

Standar FSC memberi pedoman untuk mengelola hutan secara baik (lestari). Pengelolaan yang dilaksanakan diakui secara internasional
Didukung oleh kesepakatan semua pihak dan meliputi aspek lingkungan (ekologi), sosial, dan ekonomi. Terdapat 10 Prinsip dan 56 Kriteria, dengan indidkator cara mengelola hutan dan telah yang disusun dengan memperhatikan cara-cara pengelolaan hutan di Indonesia. Sertifikasi ini berlaku untuk semua jenis hutan di seluruh dunia, termasuk hutan alam, hutan tanaman, hutan restorasi ekosistem dan hutan rakyat.

FCG Consulting saat ini sedang melakukan pendampingan penerapan SFM di suatu area kebun karet milik masyarakat di Provinsi Lampung seluar kurang lebih 400 hektar.
Kegiatan direncakan berlangsung selama 6 bulan, dan ditargetkan sertifikasi dapat dilakukan pada Januari atau Pebruari 2021.

Pelatihan FSC-FM untuk Hutan Masyarakat di Lampung
Pelatihan FSC-FM di Hutan Masyarakat di Lampung persiapan impelemntasi
Hutan karet masyarakat yang menjadi lokasi sertifikasi
Komitmen bersama antara petani, FCG Consulting dan sponsor dalam penerapan FSC-FM

Pemahaman COC (Seri-5) : Sistem Manajemen dan Penggunaan Trademark COC

Pada artikel ini, dilanjutkan dengan pembahasan umum persyaratan-persyaratan COC di kedua standar. Secara umum sebuah standar yang berisi persyaratan untuk sertifikasi COC akan terdiri dari :
⦁ Sistem Manajemen COC
⦁ Sumber Bahan Baku (Material Input)
⦁ Penanganan, Pencatatan Material dan Produk
⦁ Metode Pengendalian COC
⦁ Penjualan
⦁ Pengendalian Logo dan Trademarks
⦁ Outsourcing

Jika disimak lebih lanjut, sistem manjemen minimum yang dipersyaratkan dalam COC secara umum meliputi :
⦁ Penetapan Wakil Manajemen
⦁ Pendokumentasian Prosedur CoC
⦁ Penetapan Personal Kunci
⦁ Pelatihan
⦁ Pemeliharaan catatan (rekaman) CoC
⦁ Komitmen terhadap nilai-nilai COC
⦁ Komitmen terhadap Isu Sosial dan K3
⦁ Penanganan Komplain
⦁ Penanganan Produk yang tidak sesuai
⦁ Due Dilligence System
⦁ Internal Audit dan Tinjauan Manajemen (khusus dalam PEFC)

Terkait kebutuhan informasi dalam bentuk dokumen, rekaman dan sebagainya, COC mempersratkan disediakannya berbagai informasi diantaranya :
⦁ Prosedur-prosedur
⦁ Daftar kelompok produk
⦁ Catatan training
⦁ Dokumen pembelian dan penjualan
⦁ Catatan perhitungan material
⦁ Trademark approvals
⦁ Catatan para supplier
⦁ Komplain dan outsourcing
⦁ Pengendalian non-conforming products
⦁ Catatan terkait program uji tuntas (due diligence system – DDS)
⦁ Audit dan tinjauan (dalam PEFC)
⦁ Dll

Bagi yang berpengalaman dalam penerapan sistem manajemen mutu atau sejenisnya misal dalam ISO 9001, 14001 atau 45001, persyaratan-persyaratan diatas sudah lama dikenal sehingga tidak asing dan mudah dipahami dan kenal dalam praktek. Beberapa kalangan menyebutnya COC sebagai Mini ISO.

Bagi organisasi atau perusahaan yang telah menerapkan Sistem Manajemen (SM) ISO, penerapan COC relatif menjadi sangat mudah. Waktu serta sumberdaya yang harus disediakan relatif kecil. Tentu masih banyak isu-isu yang tidak dibicarakan secara spesifik dam SM ISO namun menjadi pembahasan inti dalam COC. Isu tersebut diantaranya mengenai pengendalian bahan baku (material), metode pengendalian COC yang diterapkan, serta pengendalian penggunaan logo dan trademark (label) dari kedua penerbit standar. Isu-isu pokok ini mengarah pada lisensi penggunaan trademark COC pada produk (on products) dan selain produk (off products).

Dalam masing-masing standar kedua lembaga memberikan panduan penggunaan logo dan trademark ini. Menarik untuk dicermati, pada kesempatan penerbitan panduan penggunaan logo dan PEFC di tahun 2020, nampak pemahaman status atau kategori produk COC kedua lembaga menjadi relatif sama. Kedua lembaga memperkenalkan kategori produk bersertifikat 100%, Mix dan Recycled. Khusus untuk istilah Mix dalam PEFC digunakan bahasa dan penampilan klaim (label) yang berbeda.

Lebih jauh kedua lembaga menyatakan bahwa logo dan informasi terkait lainnya sangat dilindungi oleh hukum yang berlaku secara internasional. Penggunaan logo dan label harus benar-benar tepat, tidak menyesatkan (missleading) dan mendapat persetujuan dari pihak berwenang yang ditunjuk. Gambar, tulisan dan klaim did dalamnya sangat ketat diatur. Begitu pula penenpatannya pada produk. Kemungkinan kedua logo tertera dalam produk yang sama pun diatur dalam standar nya. Begitu pula penggunaan logo dan trademark buak pada produk (off products) seperti di dokumen perusahaan, website, dokumen pembelian dan penjualan, media marketing dan sebagainya turut diatur dengan detail. Terakhir tidak lupa hak penggunaan logo dan trademark ini baik bagi pemegang sertifikat COC maupun pihak lainnya yang telah diatur dalam perjanjian dengan kedua lembaga dibebani biaya yang besarannya pun telah ditetapkan. Umumnya disesuaikan dengan jenis kegiatan perusahaan atau lembaga dan besaran produksi (bisnis).

Dalam praktek, tidak semua produk bersertifikat COC ini menggunakan hak pemberian logo dan label COC pada produknya. Ini bergantung pada persyaratan dari pihak pelanggan. Ada berbagai pertimbangan bisnis dan kesepakatan antara produsen atau penyedia jasa dengan pelanggan atau pasar yang dihadapinya.
Di pasar kita bisa dijumpai dengan mudah berbagai produk yang telah mendapat hak penggunaan label COC. Kini produk-produk bersertifikat COC semakin dekat dengan kita. Di berbagai toko retail atau pedagang (merchant) dekat rumah kita di Indonesia kita banyak menemukan produk atau kemasan berlabel COC ini. Dengan catatan hingga saat kita mencarinya di pasar produk-produk tersebut masih memegang hak penggunaan trademark dan/atau punya minat (merasa penting atau perlu) untuk menggunakannya sebagai on-product label.

The Sustainable Partner