Category Archives: Berita & Artikel

ANALISIS HIDROLOGI DAN PEIL BANJIR

hidrologi.1

Sebagaimana dipahami, dengan adanya rencana pembangunan di suatu kawasan tertentu, akan timbul dampak peningkatan air larian sebagai akibat dari tertutupnya lahan oleh bangunan. Peningkatan air larian akan menimbulkan akibat berupa berkurangnya kapasitas badan air atau bahkan mengakibatkan banjir di bagian hilir.  Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya pencegahan dampak peningkatan air larian sehingga rencana pembangunan yang akan dilaksanakan tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Salah satu upaya pencegahan akibat dari air larian adalah dengan melalui konsep zero discharge (dikenal juga dengan istilah zero run off), dimana air larian yang timbul diupayakan tidak masuk atau seminimal mungkin masuk ke saluran drainase atau badan air di luar area kegiatan. Untuk itu, agar konsep zero discharge dapat dilaksanakan, maka diperlukan suatu Analisis Hidrologi untuk mengkaji akibat dari aspek hidrologinya.  Selain itu, untuk menentukan ketinggian lantai dasar bangunan yang aman dari banjir, maka diperlukan analisis Peil Banjir.

Analisis Hidrologi dan Peil Banjir selanjutnya akan menjadi dasar untuk dikeluarkannya rekomendasi penataan drainase dan Peil Banjir sebagai bagian dari persyaratan perijinan. Dalam beberapa situasi, studi ini terkait erat dengan tindak lanjut dari implementasi AMDAL dan UKL-UPL.

Maksud dan tujuan dari Analisis Hidrologi adalah sebagai berikut:

  • Menganalisis pola curah hujan di lokasi rencana kegiatan sebagai dasar penentuan intensitas hujan.
  • Memberikan arahan penataan drainase di lokasi rencana kegiatan untuk dapat mencegah  timbulnya banjir dan genangan di sekitar lokasi kegiatan.
  • Merencanakan ketinggian lantai dasar bangunan (Peil Banjir) untuk menghindari kejadian banjir dilokasi kegiatan.

Saat ini Tim FOCUS Consulting Group tengah disibukkan untuk melakukan studi-studi hidrologi dan peil banjir  di wilayah JABODETABEK. Dengan kompetensi tenaga ahli yang dimiliki, FOCUS Consulting Group siap membantu melakukan studi-studi seperti ini jika ada instansi/lembaga/perusahaan yang membutuhkan. Kami siap bekerja dalam standar profesionalisme yang tinggi.

hidrologi2hidrologi3

STUDI KELAYAKAN (FEASIBILTY STUDY) PEMBANGUNAN KAWASAN TERPADU DI PAPUA

Papua sebagai bagian tidak terpisahkan dari Indonesia, merupakan pulau terluas dimana sumberdaya manusia dan sumberdaya alamnya sangat menjanjikan bagi kebangkitan dan kemakmuran Indonesia di masa mendatang.  Papua secara geopolitik berada di pusat lintasan Dunia Timur – Barat, Utara – Selatan sehingga pulau ini sering disebut sebagai “THE EAST GOLDEN GATE”. Posisi inilah yang membuat The Founding Father bangsa ini, yaitu Bung Karno berjuang merebut Papua untuk masuk dalam Wilayah NKRI. Demikian juga Jenderal Besar Douglas Mac Arthur dalam Perang Dunia Ke II menggunakan strategi “Lompat Katak” di pulau yang indah ini. Mac Arthur mengambil posisi komando untuk memenangkan Perang Dunia Ke II di Atas Bukit Rhuralimokho Sentani Papua (Ifar Gunung) bergandengan dengan Danau Sentani yang indah dimana menurut sebagian kalangan sesungguhnya merupakan pusat lintasan bumi bagi strategi pembangunan, peradaban, kemanusiaan, kemajuan, kemakmuran dan perdamaian dunia masa kini khususnya Indonesia Bagian Timur.

papuaweb2

Di atas kawasan seluas ± 300 ha, menurut inisiator kegiatan diperkirakan cukup ideal dalam membangun suatu kawasan terpadu bertaraf internasional. Keseluruhan kawasan tersebut akan dihubungkan dengan fasilitas kereta gantung, jalan, pedestrian dan arboretum yang menjadi kawasan hijau di setiap tapak yang dibangun.

Pembangunan kawasan terpadu ini akan tumbuh dan berkembang sesuai yang dicita-citakan, maka sudah selayaknya dilengkapi dengan infrastruktur yang tertata dengan baik mulai dari aspek energi, air, tanah, udara dan pengolahan limbah yang benar dan berkualitas. Langkah yang akan dilakukan adalah dengan konsep “Back To Nature”, dimana tidak ada satupun di dunia ini yang tidak dapat di daur ulang. Untuk itu konsep 5 R (Reserve – Reduce – Reuse- Recycle & Recovery) akan dikaji secara mendalam khususnya dalam manajemen air, tanah, udara, energi dan limbah.

Studi ini selain membahas keterpaduan antar unit aktivitas, juga mengkaji keterpaduan alam dan daerah hinterland, dan hal tersebut dimulai dengan analisis penggunaan lahan, penetapan blok plan, penetapan BCR dan membuat alternatif manajemen energi, air, tanah, udara dan limbah.

Tujuan pokok penyusunan studi kelayakan ini adalah untuk mengkaji kelayakan pembangunan Kawasan Terpadu yang akan menjadi gerbang emas Papua adalah sebagai berikut :

  1. Health centre (rumah sakit, next generation, sport medical centre, geriatric centre, papua aids centre, sanatorium, herbal, tropical disease, traumatic centre, cardiac centre, cancer centre, dll) berkelas dunia yang pada sisi lainnya berpadu dengan konsep pariwisata sehat papua tourism centre dengan berbagai fasilitas mulai dari lapangan golf, water boom, paralayang, kereta gantung dan kegiatan outbond dll serta ditunjang oleh kawasan bisnis, condotel dan kawasan pendidikan. 
  2. Pusat kawasan bisnis berkelas dunia dengan berbagai fasilitas seperti perkantoran, mall, theater, galeri budaya dan seni serta sarana dan prasarana bisnis lainnya. 
  3. Pusat pendidikan tinggi berupa kampus modern yang akan dihuni oleh mahasiswa dari berbagai negara. 
  4. Pusat hunian yang berwawasan lingkungan dengan fasilitas utama seperti kondotel, resort villa dan lainnya. 
  5. Pusat pemanfaatan energi ramah lingkungan. 
  6. Pendorong pengembangan sarana dan prasarana dan infrastruktur berupa penambahan landasan pacu Bandara Sentani ke arah Danau Sentani serta pembangunan jalan layang menuju dan dari Bandara Sentani. 
  7. Pendorong terwujudnya pembangunan fasilitas vital (semacam istana bagi pemimpin tertinggi RI#1 dan fasilias pendukungnya) yang jika sesuai dapat dijadikan sebagai alternatif lokasi strategis untuk pengendalian pemerintahan yang baru di Indonesia Bagian Timur. 

Suatu  Kegiatan Studi Kelayakan (feasibility study) seperti halnya pembangunan Kawasan Terpadu ini, umumnya adalah sebagai berikut :

  1. Pengadaan data dasar, mencakup: 
    • Peta cadastral topography, dengan foto udara dan geodetic survey, untuk menghasilkan peta kontur berskala 1:5.000 sd 1:1.000, berikut batas kawasan dan informasi tanda-tanda alam 
    • Peta fungsi kawasan hutan skala 1:250.000 
    • Peta sosio-demografi kecamatan yang mencakup kerapatan penduduk, suku, dan statistik kependudukan 
    • Peta kota yang mencakup lokasi kawasan, danau, bandara, dan hinterland-nya 
    • Peta geologi lingkungan dan tata air (geo-hydrology) yang mencakup lokasi kawasan berskala 1:10.000 atau lebih detil 
    • Peta peruntukan lahan skala wilayah kabupaten, kecamatan, dan perdesaan yang mencakup lokasi kawasan papuaweb1      papuaweb3
    • Data iklim mikro (micro-climate) 5-10 thn terakhir 
    • Data kegiatan ekonomi perkotaan dan industri rumahan di sekitar kawasan beradius 10 km 
    • Data adat, budaya, dan situs kesejarahan di sekitar kawasan 
    • Data vegetatif di sekitar kawasan, termasuk informasi flora-fauna 
    • Data soil test (civil work) dan land suitability (sample tanah vegetatif 5-10 titik) 
    • Data possibility expanded land sekitar 100 ha 
    • Data fisis khusus perairan, mencakup kualitas air, pasang surut, aktivitas di permukaan air, biota-abiota danau, kegiatan rekreatif, prasarana dan sarana terkait rekreasi danau 
    • Data perbankan, mall, hiburan (amusement) di perkotaan terdekat (skala kota) 
    • Data pertambangan dan industri kehutanan berskala kabupaten dan propinsi 
    • Data sosio-demografi berskala kabupaten dan propinsi 
    • Data ekonomi dan keuangan, investasi, prospek bisnis, market, network, dll untuk kepentingan bahan positioning dan portofolio kawasan maupun stake holders
  1. Kunjungan lapangan, dilakukan beberapa kali terkait dengan pendataan, penganalisaan, dan perancangan awal untuk studi kelayakan. 
  2. Kegiatan tinjauan referensi, penggunaan benchmarking, comparative sites, sehingga diperoleh penggambaran bayangan kawasan studi 
  3. Pendataan melalui in depth research, untuk menguatkan visi, misi, dan kesiapan para pihak stake holders untuk pelaksanaan pembangunan kawasan ini. 
  4. Penyiapan analisis kesesuaian lahan, daya dukung lahan, daya dukung bangunan, hubungan fungsional, positioning kawasan, pencitraan kawasan, land marking, interkoneksi kawasan untuk penyiapan general plan kawasan, yang pada gilirannya menjadi dasar penyusunan master plan
  5. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah : 
    • Beberapa Rancangan Kawasan 
    • Merancang rancangan umum kawasan berikut struktur 
    • Menyiapkan rancangan zonasi kawasan 
    • Merancang sarana dan prasarana kawasan 
    • Mengemukakan image kawasan secara visual 
    • Merancang sky-line kawasan dari berbagai arah 
    • Merancang alokasi pembiayaan 
    • Merancang prospek cash flow dan business indicator 
    • Merancang tahapan pembangunan dan manajemen 

Studi berlangsung selama 75 hari dengan melibatkan beragam keahlian meliputi planologi, geologi, geohidrologi, teknik sipil, energi, teknik lingkungan, informatika, kehutanan/ekologi, sosial, ekonomi  – manajemen dan kedokteran. Dalam kaitan ini Tim Professional FOCUS Consulting Group berada dalam jajaran ketenagaahlian mendukung  pelaksana utama proyek ini yaitu salah satu badan usaha milik sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia.