IMPLEMENTASI PENGELOLAAN HUTAN LESTARI (SUSTAINABLE FOREST MANAGEMENT) PADA HUTAN MASYARAKAT

FSC [TM] (Forest Stewadship Council) [TM] adalah salah satu lembaga dunia yang menerbitkan panduan pengelolaan hutan lestari yang berlaku secara international.

FSC adalah organisasi independen (bebas pengaruh), non-pemerintah, didirikan tidak untuk mencari keuntungan dan beranggotakan semua pihak yang mempunyai komitmen yang sama
Didirikan Tahun 1993 oleh perwakilan penggiat kehutanan dan dunia usaha

FSC mengenalkan 3 aspek pengelolaan hutan : Aspek Sosial, Aspek Lingkungan (Ekologi) dan Aspek Ekonomi (Produksi) . Prinsip-prinsip itu meliputi :

  • Kepatuhan terhadap peraturan-peraturan dan prinsip-prinsip FSC.
  • Hak-hak penguasaan dan hak pemanfaatan serta tanggung jawab-tanggung jawabnya.
  • Hak-hak masyarakat adat.
  • Hubungan masyarakat dan hak-hak pekerja.
  • Manfaat dari hutan.
  • Dampak lingkungan.
  • Rencana pengelolaan.
  • Monitoring dan penilaian.
  • Pemeliharaan kawasan hutan bernilai konservasi tinggi.
  • Hutan tanaman.

Manfaat Penerapan SFM FSC :

  • Mampu memenuhi permintaan pasar global yang memerlukan sertifikasi SFM/COC dari produknya.
  • Meningkatkan citra peserta (anggota) FSC
  • Memberi dampak nyata bagi kelestarian hutan
  • Mendapat dukungan dari keanggotaan yang besar dan beragam untuk bias berbagi informasi dan pengalaman
  • Menjadi anggota jaringan kerja dan komunikasi FSC yang luas untuk kepentikan usaha

Standar FSC memberi pedoman untuk mengelola hutan secara baik (lestari). Pengelolaan yang dilaksanakan diakui secara internasional
Didukung oleh kesepakatan semua pihak dan meliputi aspek lingkungan (ekologi), sosial, dan ekonomi. Terdapat 10 Prinsip dan 56 Kriteria, dengan indidkator cara mengelola hutan dan telah yang disusun dengan memperhatikan cara-cara pengelolaan hutan di Indonesia. Sertifikasi ini berlaku untuk semua jenis hutan di seluruh dunia, termasuk hutan alam, hutan tanaman, hutan restorasi ekosistem dan hutan rakyat.

FCG Consulting saat ini sedang melakukan pendampingan penerapan SFM di suatu area kebun karet milik masyarakat di Provinsi Lampung seluar kurang lebih 400 hektar.
Kegiatan direncakan berlangsung selama 6 bulan, dan ditargetkan sertifikasi dapat dilakukan pada Januari atau Pebruari 2021.

Pelatihan FSC-FM untuk Hutan Masyarakat di Lampung
Pelatihan FSC-FM di Hutan Masyarakat di Lampung persiapan impelemntasi
Hutan karet masyarakat yang menjadi lokasi sertifikasi
Komitmen bersama antara petani, FCG Consulting dan sponsor dalam penerapan FSC-FM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *