Pemahaman COC (Seri-4) : Standar Rujukan Penerapan COC dan Mekanisme Sertifikasi

Perapan COC pada dasarnya bersifat sukarela (voluntary), artinya bukan merupakan kewajiban (mandatory) yang dipersyaratkan oleh suatu pihak. Sifat sukarela ini tentu menjadi wajib tatkala suatu organisasi atau perusahaan menetapkan diri atau diminta oleh pelanggan untuk menerapkannya sehingga terikat.

Kembali merujuk pada 2 (dua) lembaga internasional yang paling banyak dikenal secara global, yaitu FSC dan PEFC (penulisan pihak yang dididahulukan hanya merujuk pada aturan alfabetis semata). Kedua lembaga menyediakan satu set (perangkat) standar yang dirujuk untuk digunakan jika salah atau keduanya akan diimplementasikan.

Standar-standar tersebut telah mengalami beberapa kali revisi disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan. FSC menerbitkan edisi terakhir untuk standar inti dalam penerapan COC ini tahun 2016 sementara PEFC tahun 2020 (informasi saat artikel ini ditulis).

Satu perangkat persyaratan standar yang diterbitkan oleh masing-masing lembaga umumnya meliputi standar utama yang menjadi persyaratan untuk sertifikasi dan standar pendukung. Secara keseluruhan seluruhnya meliputi standar utama untuk sertifikasi serta pedoman penggunaan logo dan pembuatan label (trademark). Lebih dari itu setiap lembaga mempunyai keperluan masing-masing untuk melengkapinya dengan pedoman-pedoman yang diperlukan dalam penerapan.

Penerapan standar ini – seperti  standar-standar lainnya – dilengkapi mekanisme sertifikasi. Lembaga sertifikasi ini diakui (diakreditasi) oleh kedua lembaga tersebut. Banyak lembaga sertifikasi yang telah diijinkan untuk melakukan kegiatan sertifikasi dalam lingkup global yang juga beroperasional di Indonesia.

Menentukan lembaga sertikasi yang tepat untuk dijadikan mitra perlu mempertimbangkan beberapa hal, biasanya terkait aspek pengakuan dari pelanggan (pasar), ruang lingkup sertifikasi, biaya, waktu yag disepakati, dan pengaruh subyektif terkait informasi  kinerja dan hubungan partnership yang pernah dijalani oleh berbagai perusahaan dengan lembaga-lembaga sertifikasi tersebut. Kedua lembaga menetapkan umur sertifikat yang diterbitkan selama 5 (tahun) tahun. Perusahaan yang telah bersertifikat dapat memindahkan pilihan lembaga sertifikasinya setelah selesai satu periode sertifikasi atau sebelumnya bergantung berbagai kondisi yang memungkin hal itu terjadi. Kondisi seperti ini sudah diatur dan lazim terjadi. Sistem sertifikasi dan akrediatasi internasional telah memfasilitasi situasi yang mungkin terjadi ini.

Proses audit (asssessment) oleh suatu lembaga sertifikasi berjalan sederhana sebagaimana umumnya kegiatan audit sertifikasi sistem manajemen. Lembaga sertifikasi akan menurunkan tim auditor dengan jumlah tenaga yang disesuaikan dengan ruang lingkup sertifikasi. Waktu kegiatan audit juga bervariasi, bisa lebih dari 1 (satu) hari jika ruang lingkup cukup luas atau cara mengelola sistem ini diterapkan lebih kompleks. Waktu tunggu terbit sertifikat sejak audit dilaksanakan dan seluruh persyaratan yang diperiksa dinilai lengkap dan memenuhi, diperkirakn memakan waktu normal 1-2 bulan.

Oleh karena itu setiap lembaga atau perusahaan untuk memperhatikan aspek-aspek ini agar tujuan sertifikasi sesuai dengan keinginan, baik dilihat dari kebutuhan teknis maupun waktu tercapainya target penerimaan sertifikat. 

Seluruh informasi terkait berbagai pengaturan kegiatan sertifikasi oleh kedual lembaga dapat diakses sepenuhnya di www.fsc.org dan www.pefc.org. Kita dapat akses relatif penuh dan GRATIS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *