STUDI MANAJEMEN PERSAMPAHAN KAWASAN (BAGIAN-3)

(Studi Kasus di Sebuah Kawasan Militer )

Timbulan, Pewadahan dan Pengangkutan Sampah

Sumber timbulan sampah dari kesatrian PPM berasal dari berbagai kegiatan yaitu :

  • Sumber domestik dari pemukiman, khususnya berasal dari kegiatan penginapan untuk taruna dan peserta pendidikan lainnya serta tamu (terdiri dari fasilitas peginapan, mess, bangsal, paviiun, flat, dll).
  • Sumber institusional (kantor, kegiatan pendidikan taruna, gudang, gedung pertemuan, museum, rumah makan, kantin, laundry, dll),
  • Sumber dari kegiatan pertamanan, perkebunan/pepohonan dan ruang terbuka hijau (RTH).

Komposisi sampah masuk TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) menurut petugas dan pengamatan konsultan terdiri dari : 60% organik, Plastik 10%, Kardus/kertas 10%, lainnya 20%.

Adapun kegiatan pewadahan dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Beberapa bentuk wadah sampah adalah :
    1. keranjang, tong sampah, bin (tipe krisbow), trash bag, dll, untuk di Kelas/Kantor/ Penginapan/Dapur.
    2. TPS (tempat pengumpulan sementara) berupa bak sampah konstruksi pasangan bata rata-rata berukuran 2 x 3 x 1 m3 yang tersebar sekitar 15 buah di Kesatrian PPM. Dimensi TPS/Bak sampah disesuaikan perkiraan jumlah sampah yang timbul dari setiap lokasi.
  • Sedangkan wadah dalam bentuk tong sampah (dikenal dengan nama tong sampah krisbow ukuran 120 liter sekitar 30 buah (satu buah untuk setiap departemen/ satuan).
  • Belum ada kegiatan pemilahan sampah. Instruksi Pimpinan yang pernah ditetapkan sebagai kebijakan tentang pemilahan tidak berlanjut. Kebijakan pemilahan inipun belum didukung dengan suatu alat sistem manajemen misalnya penerbitan standard operating procedures (SOP) terkait kegiatan pewadahan ini dan persampahan keseluruhan.
  • Kegiatan pemeliharaan kebersihan selain dilaksanakan secara rutin oleh personil Militer dan PNS yang dilakukan hampir setiap hari juga melibatkan tenaga honorer (outsourcing) yang dikelola setiap departemen/satuan/bagian.
  • Khusus limbah medis dari kegiatan Poliklinik Kesatrian PPM sudah terlihat pemisahaan dan kemudian dikirim ke RST (Rumah Sakit Tentara) untuk penanganan selanjutnya. Frekuensi pengangkutan 1 (satu) kali per bulan sebanyak 0,5 (setengah) kilogram (kg) yang umumnya terdiri dari kapas, perban, jarum suntik.
  • Sarana pemindahan dan pengangkutan yang tersedia di Kesatrian PPM didukung dengan 2 armada truk hidrolik (dump truck) berplat dinas PPM dengan ukuran masing-masing 8 m3 namun daya angkut diperkiran masing-masing sekitar 6 m3..
  • Pengangukutan dilaksanakan 1 (satu) rit setiap hari untuk masing-masing truk pengangkut.
  • Pengangkutan setiap hari dilakukan menunju ke TPA yang berjarak 10 (sepuluh) kilometer ditempuh rata-rata dalam 20 menit.

Perkiraan Timbulan Sampah dari Kesatrian PPM berdasarkan metode SNI 3983-1995 :

Dokumentasi kegiatan pewadahan dan pengangkutan sampah di kawasan PPM saat ini:

Untuk kegiatan pengelolaan sampah di PPA, dapat digambarkan dalam uraian dibawah ini :

Perkiraan Timbulan Sampah PPA berdasarkan metode SNI 3983-1995 :

Besaran Pengangkutan Sampah dari PPA :

Untuk pewadahan di luar area rumah telah dibangun TPS/bak sampah bersama dengan konstruksi pasangan bata rata-rata ukuran : 1,5 x 2 x 0.8 m3. Dibuat sekitar 120 buah tersebar di seluruh PPA. Kondisi saat ini diperkirakan 50% dalam kondisi baik, sebagian telah rusak. Jumlah sebanyak ini masih dinilai kurang besar dan kurang banyak serta dibeberapa tempat terlihat penuh dan berserakan di luar wadah.

Terdapat 4 angkutan sampah jenis truk dinas militer ukuran 3 (tiga) m3. Saat ini kondisi/kemampuan 40 % ( 2 dalam perbaikan/rusak, 1 tidak layak angkut karena keropos) sehingga diperlukan dukungan bantuan dari PPM. Sepanjang pengamatan dan wawancara tidak terdapat alat angkut lain selain truk, misalnya gerobak atau motor sampah.

Dengan latar belakang kondisi yang ada seperti gambaran diatas, diperlukan peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam penanganan persampahan kawasan melalui perencanaan teknis persampahan di PPM (termasuk di dalamnya kawasan perumahan pendukung yang disebut PPA). Diperlukan peningkatan kualitas dan penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM), partisipasi aktif serta kerjasama antar bagian yang terkait.

Artikel lain dalam situs ini akan mencoba menguraikan desain pengelolaan sampah di suatu kawasan khusus ini (PPM dan PPA) yang diusulkan untuk dikembangkan di masa depan dengan mencoba memperhatikan berbagai dimensi pengelolaan sampah berdasarkan tinjauan regulasi dan cara pandang ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *