MENGENAL TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPA)- BAGIAN #3

8) Prasarana dan sarana TPA meliputi:

a) Fasilitas dasar, terdiri dari : jalan masuk; Jalan operasional; Listrik atau genset; Drainase; Air bersih; Pagar; dan Kantor
b)Fasilitas perlindungan lingkungan, terdiri dari: Pengolahan lindi, Pengolahan gas, Buffer zone
c)Fasilitas operasional, terdiri dari: Alat berat; Truk pengangkut tanah; dan Tanah
d)Fasilitas penunjang, terdiri atas: Bengkel; Garasi; Tempat pencucian alat angkut dan alat berat; Alat pertolongan pertama, ada kecelakaan; Jembatan timbang; Laboratorium; dan Tempat parkir,

TPA dapat dilengkapi dengan fasilitas pendauran ulang, pengomposan, dan atau gas bio.

9) Perencanaan Volume Sampah Ke TPA

  • Perencanaan volume sampah dihitung berdasarkan volume sampah terkumpul dikurangi volume sampah yang diolah dalam satuan m3/hari.
  • Volume sampah yang dibawa ke TPA harus diketahui densitasnya sehingga volume sampah tersebut dapat dikonversi dalam satuan Ton/hari.
  • Volume sampah yang dibawa ke TPA dalam 1 tahun dihitung berdasarkan hari kerja TPA yaitu 300 hari pertahun.

10) Perencanaan Kebutuhan Lahan TPA

  • Perencanaan kebutuhan lahan per 1 lokasi TPA harus dihitung berdasarkan umur rencana minimum 10 tahun.
  • Perencanaan kebutuhan luas lahan TPA efektif (dalam m2 atau Ha)dihitung berdasarkan dengan proyeksi volume sampah padat ditambah volume tanah penutup dibagi desain tinggi sel harian dan jumlah lapisan sel harian yang membentuk bukit akhir.
  • Perencanaan ratio volume sampah terpadatkan di TPA terhadap volume tanah penutup terpadatkan maksimum adalah 6 : 1 (enam bagian sampah terhadap 1 bagian tanah penutup)
  • Perencanaan tinggi timbunan sampah di TPA dihitung berdasarkan jumlah lapisan sel (lift) yang membentuk bukit akhir. Jumlah lapisan sel maksimal adalah 6 lapis untuk tinggi lapisan sel harian maksimum dan kemiringan lereng timbunan sampah minimum 3 H : 1 V
  • Perencanaan tinggi timbunan sel harian harus mempertimbangkan faktor pemadatan sampah dan maksimum adalah 3.0 m
  • Perencanaan tinggi bukit akhir harus dihitung berdasarkan jumlah lapisan sel harian dikali tinggi timbunan sel harian dikali faktor dekomposisi sampah.
  • Luas lahan TPA yang dibutuhkan adalah luas lahan TPA efektif (dumping area) ditambah luas untuk kebutuhan prasarana TPA dan luas untuk buffer zone.
  • Perencanaan luas buffer zone minimum 50% dari luas lahan TPA efektif.

11) Perencanaan Pemilihan Lokasi Ke TPA

  • Pemilihan lokasi TPA yang layak teknis harus berpedoman pada tata cara pemilihan lokasi tempat pembuangan akhir sampah SNI-03-3241-1994
  • Calon lokasi TPA yang layak teknis berdasarkan kriteria penyisih sesuai tata cara pemilihan lokasi tempat pembuangan akhir sampah harus dilengkapi dengan studi AMDAL untuk mengetahui kelayakan sosial dan kelayakan lingkungan calon lokasi TPA
  • Calon lokasi TPA yang akan ditetapkan sebagi lokasi TPA dalam rencana induk, harus memenuhi kelayakan teknis dan kelayakan sosial dan kelayakan lingkungan serta kelayakan ekonomis.
  • Apabila lokasi TPA yang layak tidak tersedia dalam wilayah administratif kota tersebut, maka kerja sama regional harus dilakukan.

[Gun, April 2017]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *