Sampah-PPM-10

GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN KHUSUS (Studi Kasus di Pusat Pendidikan Militer, Bagian – 2)

Sebagaimana dijelaskan dalam artikel sebelumnya (http://fcg.co.id/2017/04/merancang-sistem-pengelolaan-sampah-di-kawasan-studi-kasus-di-pusat-pendidikan-militer-bagian-1), maksud dan tujuan studi ini adalah :

  1. Tersedianya konsep perencanaan teknis dan manajemen pengelolaan persampahan di wilayah studi
  2. Teridentifikasinya kebutuhan sarana dan prasarana persampahan (pewadahan, pemilahan, pengangkutan, pengolahan, TPS, TPS 3R, dll)
  3. Tersedianya gambaran aspek sosial dan kelembagaan.
  4. Tersedianya rancangan kebutuhan dana investasi dan operasional.

Secara umum studi akan menghasilkan sekurang-kurangnya memuat hal-hal sebagai berikut:

  1. Gambaran umum kondisi kawasan dan wilayah pengelolaan persampahan
  2. Program dan kegiatan penanganan sampah yang sedang berlangsung (eksisting)
  3. Rencana umumpenanganan sampah yang telah memuat unsur-unsur kelayakan teknis, sosial, ekonomi, keuangan, dan lingkungan.
  4. Aspek pengaturan, kelembagaan danperan serta stakeholder
  5. Pembiayaan

Dalam artikel ini selanjutnya akan digambarkan secara umum gambaran kegiatan pengelolaan sampah yang masih umum terjadi di Indonesia khususnya di sebuah kawasan kegiatan militer sebagai sebuah rujukan untuk upaya peningkatan kegiatan pengelolaan persampahan di masa depan.

Dalam studi ini,   keseluruhan ruang lingkup wilayah meliputi 2 (dua) bagian wilayah yaitu :

  • PPM yang merupakan tempat siswa taruna menempuh studi kemiliteran; dan
  • PPA yang merupakan wilayah perumahan tempat domisili anggota organik TNI Kegiatan dan Fasilitas

Luas Kesatrian PPM adalah sekitar 110 hektar (Ha)  dan PPA  sekitar 309 Ha.

Informasi demografi PPM dan PPA :

Sampah-PPM-8Selain itu sering datang tamu-tamu kedinasan maupun non dinas yang bervariasi jumlah dan durasi kehadirannya.

Fasilitas-fasilitas di Kesatrian PPM dan PPA terdiri dari berbagai gedung kegiatan (pendidikan dan latihan), fasiltas umum, sarana olah raga dan ibadah, poliklinik, asrama/mess/barak/pavilion, peternakan, perkebunan/pertanian dan ruang terbuka hijau lainya.

Beberapa fasilitas dan suasana di PPM :

Sampah-PPM-1

Beberapa fasilitas dan suasana di PPA :

Sampah-PPM-2

Berikut ini disampaikan beberapa informasi mengenai kegiatan pengelolaan sampah di kawasan PPM termasuk di dalamnya PPA. Gambaran ini diberikan sebagai hasil dari kegiatan survey yang telah dilaksanakan yaitu :

  • Survey pertama dilaksanakan pada tanggal 14 s/d 21 September
  • Survey kedua dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 6 Oktober

Timbulan, Pewadahan dan Pengangkutan Sampah

Sumber timbulan sampah dari kesatrian PPM berasal dari berbagai kegiatan yaitu :

  • Sumber domestik dari pemukiman, khususnya berasal dari kegiatan penginapan untuk taruna dan peserta pendidikan lainnya serta tamu (terdiri dari fasilitas peginapan, mess, bangsal, paviiun, flat, dll).
  • Sumber institusional (kantor, kegiatan pendidikan taruna, gudang, gedung pertemuan, museum, rumah makan, kantin, laundry, dll),
  • Sumber dari kegiatan pertamanan, perkebunan/pepohonan dan ruang terbuka hijau (RTH).

Komposisi sampah masuk TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) menurut petugas dan pengamatan konsultan  terdiri dari  : 60% organik, Plastik 10%, Kardus/kertas 10%, lainnya 20%.

Adapun kegiatan pewadahan dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Beberapa bentuk wadah sampah adalah :
    • keranjang, tong sampah, bin (tipe krisbow), trash bag, dll,  untuk di  Kelas/Kantor/ Penginapan/Dapur.
    • TPS (tempat pengumpulan sementara) berupa bak sampah konstruksi pasangan bata rata-rata berukuran 2 x 3 x 1 m3 yang tersebar sekitar 15 buah di Kesatrian PPM. Dimensi TPS/Bak sampah disesuaikan perkiraan jumlah sampah yang timbul dari setiap lokasi.
  • Sedangkan wadah dalam bentuk tong sampah (dikenal dengan nama tong sampah krisbow ukuran 120 liter sekitar  30 buah (satu buah untuk setiap departemen/ satuan).
  • Belum ada kegiatan pemilahan sampah. Instruksi Pimpinan yang pernah ditetapkan sebagai kebijakan tentang pemilahan tidak berlanjut. Kebijakan pemilahan inipun belum didukung dengan suatu alat sistem manajemen misalnya penerbitan standard operating procedures (SOP) terkait kegiatan pewadahan ini dan persampahan keseluruhan.
  • Kegiatan pemeliharaan kebersihan selain dilaksanakan secara rutin oleh personil Militer dan PNS yang dilakukan hampir setiap hari juga melibatkan tenaga honorer (outsourcing) yang dikelola setiap departemen/satuan/bagian.
  • Khusus limbah medis dari kegiatan Poliklinik Kesatrian PPM sudah terlihat pemisahaan dan kemudian  dikirim ke RST (Rumah Sakit Tentara)   untuk penanganan selanjutnya. Frekuensi pengangkutan 1 (satu) kali per bulan sebanyak 0,5 (setengah) kilogram (kg) yang umumnya terdiri dari kapas, perban, jarum suntik.
  • Sarana pemindahan dan pengangkutan yang tersedia di Kesatrian PPM didukung dengan 2 armada truk hidrolik (dump truck) berplat dinas PPM dengan ukuran masing-masing 8 m3 namun daya angkut diperkiran masing-masing sekitar 6 m3..
  • Pengangukutan dilaksanakan 1 (satu) rit setiap hari untuk masing-masing truk pengangkut.
  • Pengangkutan setiap hari dilakukan menunju ke TPA  yang berjarak 10 (sepuluh) kilometer ditempuh rata-rata dalam 20 menit.

Perkiraan Timbulan Sampah dari Kesatrian PPM berdasarkan metode SNI 3983-1995 :

Sampah-PPM-3Dokumentasi kegiatan pewadahan dan pengangkutan sampah di kawasan PPM saat ini:

Sampah-PPM-11

Sampah-PPM-5Untuk kegiatan pengelolaan sampah di PPA, dapat digambarkan dalam uraian dibawah ini :

Sampah-PPM-9Perkiraan Timbulan Sampah PPA berdasarkan metode SNI 3983-1995 :

Sampah-PPM-6Besaran Pengangkutan Sampah dari PPA :

Sampah-PPM-7Untuk pewadahan di luar area rumah telah dibangun TPS/bak sampah bersama dengan konstruksi pasangan bata rata-rata ukuran : 1,5 x 2 x 0.8 m3. Dibuat sekitar 120 buah tersebar di seluruh PPA. Kondisi saat ini diperkirakan 50% dalam kondisi baik, sebagian telah rusak. Jumlah sebanyak ini masih dinilai kurang besar dan kurang banyak serta dibeberapa tempat terlihat penuh dan berserakan di luar wadah.

Terdapat 4 angkutan sampah jenis truk dinas militer ukuran 3 (tiga) m3. Saat ini kondisi/kemampuan 40 % ( 2 dalam perbaikan/rusak, 1 tidak layak angkut karena keropos) sehingga diperlukan dukungan bantuan dari PPM. Sepanjang pengamatan dan wawancara tidak terdapat alat angkut lain selain truk, misalnya gerobak atau motor sampah.

Dengan latar belakang kondisi yang ada seperti gambaran diatas, diperlukan peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam penanganan persampahan kawasan melalui perencanaan teknis persampahan di PPM (termasuk di dalamnya kawasan perumahan pendukung yang disebut PPA). Diperlukan peningkatan kualitas dan penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM), partisipasi aktif serta kerjasama antar bagian yang terkait.

Artikel lain dalam situs ini akan mencoba menguraikan desain pengelolaan sampah di suatu kawasan  khusus ini (PPM dan PPA) yang diusulkan untuk dikembangkan di masa depan dengan mencoba memperhatikan berbagai dimensi pengelolaan sampah berdasarkan tinjauan regulasi dan cara pandang ilmiah.

—————–

INFO lebih lengkap hub via :

SMS/WA : 085717510470 / 085217920759
Telp : 021-29077736
Email : fcgconsulting@yahoo.com