perhutani-6

Pemantau Independen Kehutanan

Pada tanggal 15 November 2016, Indonesia dapat dipastikan dapat memulai penerapan skema Lisensi FLEGT, dimana tidak ada keberatan untuk pelaksanaannya dari pihak Uni Eropa.

Melalui Lisensi FLEGT kedua belah pihak dapat memulai skema perdagangan kayu legal untuk mengurangi pembalakan liar dan meningkatkan perdagangan kayu legal. Kredibilitas SVLK sebagai sebuah system jaminan legalitas kayu sangat bergantung bagaimana tercapainya akuntabilitas dan kredebilitas system itu sendiri.

Pemantau Independen menjadi salah satu kekuatan utama SVLK dalam memastikan kredebilitas dan akuntabilitas SVLK dengan melakukan pemantauan. Namun dalam pelaksanaan pemantauan banyak kendala dan tantangan yang dihadapi.

Pengenalan SVLK dan Pemantauan Independen Kepada khalayak dirasa penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut diatas jaringan pemantau Independen Kehutanan (JPIK) bersama EoF, FWI, AURIGA, APIKS, YCHI, dan ICEL membahas tentang pemantau independen dengan dukungan dari Multistakeholder Forestry Programme 3 dalam Seminar dan Eksibisi Pemantau Independen Kehutanan yang telah diselenggarakan pada tanggal 30 s.d 31 Agustus 2016 di Auditorium Manggala Wanabakti.