OLYMPUS DIGITAL CAMERA

KEGIATAN PENYUSUNAN MASTER PLAN INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mengawali tahun kegiatan 2016 FOCUS Consulting Group mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan studi penelitian (riset) bertema Penyusunan Master Plan untuk sebuah perusahaan industri kayu milik negara (BUMN). Kegiatan ini sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun.

Berikut adalah gambaran kegiatan yang sedang dilaksanakan :

MAKSUD KEGIATAN

Penyusun Master Plan/Stategic Planning/Cetak Biru yang akan dijadikan acuan dalam pengembangan  Perusahaan dengan memperhatikan kondisi  yang saat ini dimiliki, rencana produksi kayu bulat Perusahaan lima tahun kedepan dan kebutuhan  yang akan menjadi konsumen produk olahan kayu yang dihasilkan oleh Perusahaan.

TUJUAN KEGIATAN

  1. Identifikasi kapasitas produksi, produktivitas dan kondisi mesin produksi beserta infrastuktur yang ada.
  2. Memetakan jenis, volume dan sebaran produksi kayu bulat  selama lima tahun kedepan.
  3. Memetakan kebutuhan bahan baku kayu dalam bentuk setengah jadi dari industri pengolahan kayu dan pengrajin kayu khususnya yang ada di pulau Jawa.
  4. Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat menuju kondisi yang diharapkan.
  5. Menyusun strategi, kebijakan dan rencana aksi menuju kondisi yang sesuai dengan kondisi pasokan bahan baku kayu dan kebutuhan pasar.

 RUANG LINGKUP

  1. Melakukan kajian terhadap kondisi industri yang dimiliki oleh Perusahaan saat ini.
  2. Melakukan kajian terhadap data produksi kayu bulat  beserta data sebaran lokasi dan jenis kayunya.
  3. Melakukan kajian kabutuhan bahan baku kayu dalam bentuk setengah jadi industri kayu.
  4. Rumusan kondisi yang diharapkan dari perusahaan  dalam jangka waktu lima tahun ke depan, lengkap dengan Melakukan kajian terhadap harga bahan baku kayu saat ini.
  5. Melakukan kajian untuk menentukan output produk kayu yang akan diproduksi oleh perusahaan  yang diperlukan oleh konsumen dan calon konsumen .
  6. Membuat Master Plan perusahaan  lima tahun kedepan.
  7. Mempresentasikan laporan akhir.

KELUARAN YANG DIHARAPKAN

  1. Rumusan restrukturisasi proses bisnis, birokrasi dan branding,
  2. Merumuskan strategi agar perusahaan  mampu mengolah minimal 40 % dari total produksi kayu yang dihasilkan sendiri.
  3. Meruuskan strategi branding dan pemasaran.

Slide1

METODE PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

  1. Studi Literatur  :  mengumpulkan semua data dan informasi terkait pasokan bahan baku kayu, jumlah dan keragaman industri pengolahan kayu dan produk yang dihasilkan.
  2. Survei  : pengambilan data langsung ke lapangan atau ke daerah tujuan.  Survei dilakukan untuk mengumpulkan data primer dan data sekunder.
  3. Internet Browsing : pengumpulan data dan informasi melalui media internet.
  4. Brainstorming :  bila memungkinkan, tim ahli memprakarsai pembentukan organizational interface yang memungkinkan dilakukannya sumbang saran dari seluruh pihak yang terlibat dalam studi kompetensi inti industri.
  5. Expert Acquisition : wawancara mendalam dengan pakar mengenai semua aspek yang berkaitan dengan studi kompetensi inti perusahaan.
  6. Focus Group Discussion : diskusi intensif dengan pemangku  kepentingan  mengenai pengembangan master plan Perusahaan.

ANALISIS DATA

  1. Studi Awal Potensi Perusahaan
  2. Identifikasi Kompetensi Inti Industri . Kompetensi inti  perusahaan diidentifikasi berdasarkan kriteria yang merujuk kepada pendapat Roberts dan Stimson (1998). Metoda yang dikenal dengan Multi Sectoral Qualitative Analysis (MSQA) menggunakan 34 kriteria
  3. Pemilihan Kelompok/Sektor Industri dan Produk Unggulan
  4. Analisis Finansial
  5. Analisis Strategi Operasional Pengembangan  Industri   Perkayuan menggunakan metoda SWOT

SKEMA PENYUSUNAN  STRATEGI, KEBIJAKAN, DAN RENCANA AKSI 

Slide2

Slide3

Besar harapan kita riset ini akan bermanfaat untuk pengembangan dan peningkatan industri pengolahan kayu sehingga tercapai sebuah target terwujudnya sebuah  industri pengolahan kayu yang berkelanjutan (sustainable) yang mengedepankan 3 aspek pembangunan seutuhnya yang meliputi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. SEMOGA.